Kebiasaan Yang DImiliki Orang Kaya


Written on February 5, 2008 – 6:10 am | by sm4rter-guy

Hello all, dah lama sekali ya saya tidak update mengenai keuangan.
Well, pertanyaan yang sangat simple biasanya memiliki jawaban yang juga simple. Sayangnya, banyak orang yang mengetahui jawaban tersebut tetapi tidak pernah mau (bisa) bertindak sesuai jawabannya.

As an example….apa yang dibutuhkan untuk menjadi miliarder? Gampang, tabunglah 10% dari penghasilanmu dan investasikan ke dalam instrumen investasi yang sesuai. Well, dari sana muncul lagi berbagai pertanyaan seperti……apa instrumen yang sesuai untuk saya (tidak kita bahas kali ini,sebab ada topiknya tersendiri).

Yang akan kita bahas bersama dan jauh lebih penting dari apa instrumen yang sesuai adalah ……BAGAIMANA SUPAYA SAYA BISA MENABUNG 10% dari penghasilan saya?
Setiap kali terima gaji- tanggal 1 gaji masuk- baru juga tanggal 5 sudah habis untuk bayar hutang kartu kredit dan lainnya. Bagaimana mau menabung?

It’s a simple answer again. Just save it! Hanya sesederhana itu jawabannya. Kita cukup membuka rekening tabungan lainnya, lalu begitu terima gaji…sisihkan 10% tersebut. That’s it. So simple right?

Kita akan terbiasa hidup dengan hanya 90% dari penghasilan kita kok….karena otomatis kita akan menyesuaikan dengan itu semua. Gaya hidup kita pun akan berkurang sebesar 10%, misalkan…yang biasanya nonton 4 kali perbulan, dikurangi menjadi 1-2 kali perbulan. Dengan begitu saja, kita sudah bisa menabung bukan?

Tapi, saya sudah coba….saya tidak bisa hidup dengan hanya 90% perbulan. Ok, kalau begitu, bagaimana dengan 1% yang kita sisihkan? Memang akan terasa sedikit sekali yang kita sisihkan, tetapi ada pepatah ’sedikit demi sedikit….lama lama jadi bukit’ kan? Sisihkan dulu 1%, setelah terbiasa kita tingkatkan menjadi 2% dan seterusnya…dengan cara begitu maka tidak terasa kita akan sanggup menaruh sampai 20% untuk tabungan kita.

Satu lagi tips untuk anda adalah, sisihkan 50% dari kenaikan gaji anda tahun depan untuk ditabung. Yang 50% lagi tetap boleh dihabiskan…tetapi sisanya mesti ditabung.

Lakukan itu semua, maka kurang lebih 10 - 20 tahun dari sekarang, kita akan sama-sama menikmati indahnya cahaya mentari bersama-sama dalam kondisi yang jauh lebih baik dari sekarang….

Selamat menempuh kehidupan miliarder…

Remember to do your best and let GOD do the rest!

Leonardus Budi Suryanto

0818 932638

Napak Tilas Pegusaha Sukses!


Written on January 17, 2008 – 8:41 am | by sm4rter-guy

Saya menulis postingan ini di Hotel Horison Semarang dalam kondisi penuh perenungan. Betapa tidak? Saya sedang membangun sebuah bisnis distribusi buku-buku (baik yang diterbitkan sendiri, maupun penerbit dari luar)- tugasnya tentu saja mendistribusikan buku-buku tersebut ke seluruh toko buku di Indonesia.

Saya teringat selalu dengan kisah betapa mentor saya (Pak Julianto Eka Putra) memulai bisnisnya dari menyetir mobil sendiri, tidur di dalam mobil, mandi di mall atau di pasar Johar, Semarang. Bukan hanya itu, tapi juga makan harus dengan irit dan makan dalam kondisi lapar sekali baru makan.

Hari ini beliau bisa menjadi seorang pengusaha sukses dengan income miliaran rupiah perbulan serta memiliki lebih dari 19 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari penerbitan, sekuritas, kursus investasi, distribusi buku, sampai ke asuransi dan properti. Jika ditanyakan apa rahasianya, selalu satu jawabannya ‘Itu semua adalah karena kemurahan Tuhan Yang Maha Esa’

Sungguh saya merasa beruntung sekali memilki mentor seperti beliau, meskipun selalu diingatkan untuk ‘ jangan terlalu mengidolakan seorang manusia, sebab begitu kamu tahu sisi buruknya, kamu akan dikecewakan. Tetapi selalulah tergantung pada Tuhan dan gantungkan hidupmu dalam TanganNya’

Hm…saya bersyukur, merintis bisnis baru ini tetapi dalam kondisi yang jauh lebih baik…memang masih menyetir mobil dari Jakarta ke Semarang…tetapi sudah bisa menginap di hotel bintang, bisa makan saat lapar (terkadang belum lapar pun makan) serta bisa menikmati bimbingan bisnis yang sangat luar biasa.

Thanks God for all that….and wish Mr. Julianto and family have a woderful life….juga semua bisnis dan harapan terus bergerak dalam rencana Tuhan.
AMIN!

Remember to do your best and let GOD do the rest!

Leonardus Budi Suryanto

0818 93 2638

Berburu ayam ke pasar!!!


Written on October 7, 2007 – 9:20 am | by sm4rter-guy

Akhirnya setelah sekian lama, mencoba menulis kembali. Selama ini bukan karena tidak ada ide untuk menulis tapi lebih condong karena malas menulis. Sebuah pengakuan yang jujur sekaligus ironis, sebab berbagai ide berseliweran di atas kepala — setiap kali melihat sesuatu, setiap kali mendengar sesuatu, setiap kali merasakan sesuatu – semuanya beterbangan tanpa berusaha ditangkap sama sekali. Bukan berusaha untuk mencari pembenaran tetapi itulah yang terjadi selama ini.

Apalagi ditambah dengan rusaknya laptop selama sekian bulan…sehingga harus membeli laptop baru untuk menggantikan sarana menulis yang baru. Tetap saja itu bukan alasan, sebab setelah membeli laptop baru pun kegiatan menulis tidak dilakukan. Bertekad selalu dilakukan tetapi tekadnya selalu dikalahkan oleh rasa enggan. Rasa enggan yang diberi makan terus menerus akhirnya menjadi semakin besar dan menjadi monster besar – yang sulit untuk kita kalahkan.

Karena ingin mengalahkan dan membuat monster dalam diri itu senantiasa tetap imut itulah, saya dengan amat sangat terpaksa menuliskan ini semua. Ini semua ditulis jam 9 kurang, setelah bangun jam 6 pagi. Dilanjutkan kegiatan pergi menemani mama ke pasar untuk berburu ayam. Sebab, bukankah sebentar lagi lebaran dan banyak yang tidak jualan. Bukan hanya beras dan minyak yang harus ada stoknya di rumah, bahkan DAGING AYAM!

Ada 2 hal yang akan dibuat dalam 2 posting yang saling berkaitan satu sama lain. Topik ini masih berkaitan dengan pengalaman pergi ke pasar. Akan ada 2 topik besar mengenai ini:

  1. Mengapa selalu saya (why me???) yang diajak ke pasar oleh mama? Bukan hanya sekarang ini, tetapi bahkan sejak kecil. Iya sih jadi berpengalaman menawar (sebab I am so sure that many of you have never been in traditional market, right?) tetapi di segi yang lainnya, harus bangun pagi itu loh. Nah, ini akan dibahas mendetil di posting ini.
  2. Bagaimana kegiatan berbelanja berhubungan dengan anggaran keuangan kita. Ini yang akan dibahas di posting berikutnya (dengan catatan, tidak kelupaan, hehehe).

Ok, let’s start! Telah lama menjadi pertanyaan, mengapa selalu saya yang diajak ke pasar, bukan saudara-saudara saya yang lain? Pas belum bisa naik sepeda, saya dibonceng mama. Setelah bisa naik sepeda, disuruh ke pasar sendiri. Setelah bisa naik motor, disuruh memboncengkan. Setelah bawa mobil pun diminta untuk mengantarkan. But, the question why me? Tidak terjawab hingga sekarang. Hanya bisa melihat sisi positifnya dan mengambil pelajaran dari kegiatan itu.

Ok, tadi pagi kami berburu sampai ke pasar Sunter (sekitar 3,5 km) dari tempat kami. Padahal pasar terdekat hanya berjarak +/- 500m dari rumah kami. Alasannya, harga ayam yang sangat mahal dan tidak masuk akal, itu yang membuat kami berburu daging ayam ke sana. Ok, berapa harga ayamnya? Berbeda sekitar 10-15 ribu perekor….sangat lumayan bedanya. Tetapi bukan itu yang dibahas, tapi kembali apa pengalaman menarik kalau kita ke pasar tradisional? Apa tujuan saya membuat posting berikut ini, adalah minimal teman-teman sekalian menjadi tertarik untuk pergi ke pasar, minimal menemani mamanya sekalian.

Ok , apa pelajaran yang menarik?

  • Kita harus bangun lebih pagi! Apa yang menarik dari bangun pagi, masih ngantuk begitu? Nah, justru itulah letak menariknya. Kita harus melawan rasa kantuk kita untuk bisa segera segar kembali. Selain itu, dengan kita bangun pagi, kita akan memiliki waktu jauh lebih panjang. Sehingga bisa kita isi dengan kegiatan yang jauh lebih produktif. Bukankah ada pepatah yang mengatakan bahwa jika kita bisa bangun lebih awal 1 jam, berarti kita akan memiliki tambahan waktu 1 jam juga untuk kegiatan kita? Jika kita dihargai sebesar Rp 500.000,- perjam, bayangkan berapa yang kita peroleh dari waktu kita lebih awal 1 jam perhari selama sebulan….selama setahun? Wow!
  • Belajar mengenali produk! Kita jadi tahu mana buah yang segar, bagaimana memilih daging, bagaimana mencari dan menyusup untuk mendapatkan barang dengan harga yang terbaik. Bagaimana cara memilih nanas? Tanyakan pada mama teman-teman, mereka pasti akan dengan suka cita menjawab pertanyaan kita.
  • Kita mendapatkan pelajaran bagaimana cara menawar! Ingat, kita harus punya bargaining power di setiap hal yang kita kerjakan. Nah, kita bisa latih ini sejak dini dengan pergi ke pasar. Karena terkadang orang yang menawar itu bukan karena tidak punya uangnya, tetapi karena memang hobi menawar. Coba kalau kita ke carefour atau ke hypermart…mana mungkin kita menawar? Jelas, tidak mungkin kan? 
  • Membangun relationship yang jauh lebih baik antara ur mom and urself. Ini bagian yang terpenting guys, sebab mungkin selama ini kita bingung bagaimana cara kita untuk mendekatkan diri ke ortu kita (khususnya mama), sebab kita dan ortu sama-sama sulit untuk mengatakan ‘aku sayang kamu’ maka inilah jalan yang bisa kita tempuh. Ke pasar dan berbelanja bersama. Entah teman-teman, termasuk cowok atau pun cewek….prinsip ini berlaku. Kita mungkin juga termasuk orang yang mudah mengutarakan rasa sayang ke ortu, tapi saat diminta untuk menemani belanja saja, kita lebih senang menemani batal dan guling kita. Bukankah ACTION TALKS LOUDER THAN SPEAKERS?
  • Dan segudang pengalaman lainnya (I hope that u will share it with me here, by adding ur comments). Ok guys, inilah semua yang bisa kita dapatkan dan I am so sure that masih banyak banget hal lain yang bisa kita dapatkan kalau saja kita mau untuk sedikit melihat apa yang terjadi di pasar. Next akan diceritakan mengapa kami membeli bakmi ayam yang dijual di sana. Ya, kita sudahi sampai di sini dulu.

Remember, always do ur best, and let God do the Rest!

Leonardus Budi Suryanto 0818 932638

Unlimited Resources


Written on September 2, 2007 – 9:55 am | by sm4rter-guy

Hai…akhirnya kembali ngeblog jug nih…..

Sudah sekian bulan sepertinya….akhirnya mulai menulis kembali…bukan materi yang berat tapi hanya sekedarnya.

Tentu saja ada penyebabnya, yaitu selain matinya laptop tercinta untuk beberapa waktu…juga karena redupnya inspirasi dan keengganan untuk menuangkan tulisan di sini….(walah….alasannya :P)

Kali ini kita akan membahas persoalan sumber daya baik sda ataupun sdm. Kita waktu masih SD belajar bahwa air dan udara adalah sumber alam tidak terbatas! Berarti kita bisa menggunakan dengan sewenang-wenang, sepuas-puasnya! But…..sekarang ini apa yang terjadi?

Di berbagai daerah terjadi kekurangan air bersih…..baik akibat kemarau maupun akibat terkena polusi. juga udara kotor yang seringkali mengotori membuat apa yang dulunya unlimited resources, sumber daya tidak terbatas…….menjadi komoditi yang amat terbatas…..

Mari kita bersama-sama menjaga yang terbatas itu…tetapi mari kita kembangkan yang tidak terbatas yang kita miliki selama ini, yaitu diri kita sendiri yang bisa terus dikembangkan ke arah yang jauh lebih baik….

Mental, sikap, kemampuan, pengetahuan dan semua tindakan kita bisa menjadi lebih baik.

Saya mengajak anda semua untuk sama-sama membaca sebuah buku yang berjudul "Anda ingin sukses? Selama tidak berdosa, lakukan!" — tulisan Julianto Eka Putra.

Semua yang kita butuhkan untuk mengembangkan diri kita bisa kita dapatkan lewat buku yang luar biasa itu….

Mengapa kita harus membuat segala sesuatu menjadi yang tidak terbatas? Sebab jika kita selalu memperebutkan sesuatu yang kita anggap sebagai terbatas…akan selalu terjadi perang, pertengkaran dan sebagainya…milikilah sikap bahwa segala sesuatu itu sifatnya tidak terbatas…..tapi tentu saja untuk penggunaannya kita alokasikan secara bijaksana…tentu saja keputusan itu hanya ada di tangan kita sendiri….

So..mari kita kembangkan sumber tidak terbatas kita….

Jia You!!!!

Remember……Do ur Best, and let God do the Rest!!!

Leonardus Budi Suryanto

0818 93 2638

Addicted!!! Are U?


Written on July 25, 2007 – 10:11 am | by sm4rter-guy

Well, kali ini kita akan bahas masalah addicted alias kecanduan. Mengapa tiba-tiba ingin membahas topik ini? Karena ketika sedang menonton film ’Selamanya’ yang dibintangi oleh Julie Estelle, saya teringat bahwa saya pernah mengunjungi sebuah panti rehabilitasi di daerah Mega Mendung.

Adegan saat Bara (siapa ya, nama aktornya?) terbayang bagaimana dia menjalani rehab, meski ditayangkan sekilas…..mengingatkan saya akan tempat rehab tersebut….karena kondisi yang ada di sana sangat mirip. Ada kolam renang yang penuh air kotor, rumah yang besar n kelihatan kumuh dan juga perlakuan saat seseorang mengalami sakau, sesuai dengan cerita yang disampaikan salah seorang penghuni panti tersebut.

Saat mereka sakau (merasakan amat sangat perasaan tubuh yang menginginkan drugs), mereka akan dibiarkan bertarung dengan rasa sakitnya, mereka juga akan disiram dengan air dingin atau bahkan diceburkan ke kolam yang kotor itu. Tidak jarang mereka membenturkan kepala karena begitu sakitnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah jika mereka begitu menderita saat sakau, mengapa mereka berani mencoba drugs itu untuk pertama kalinya? Jujur aja deh, pasti kan mereka yang mencoba drugs dah pernah tahu bahwa tubuh kita akan begitu menderita saat sakau (sakaw?)…..nah begitu mereka memakainya, mereka selalu beralasan demi teman, karena sungkan ditawari teman, atau alasan klise lainnya, karena broken home.

Well guys, stop that! Itu sudah gak jaman menggunakan semua itu demi sebuah alasan untuk memake, sebab bukankah ujung-ujungnya diri kita yang memilih untuk memake atau tidak, dan akhirnya juga bukankah begitu sakau teman-teman kita tidak pernah merasakannya, tettapi badan kita sendiri yang merasakan itu semua? Jadi, please…..stop mulai sekarang menggunakan alasan kita bertindak karena disuruh atau karena arus yang membuat kita bertindak. Sudah gak jaman.

Yang perlu kita ingat adalah bahwa yang namanya kecanduan alias addicted itu bukan hanya narkoba, tetapi juga shopping, makan, main games and so on. Intinya adalah bahwa yang namanya addicted itu adalah semua hal yang membuat kita sulit lepas dari itu semua.

Apa yang membuat seseorang bisa kecanduan? Saya akan membahas dari segi common sense, bukan dari segi sudut pandang ilmu tertentu. Alasan-alasan yang membuat seseorang kecanduan antara lain:

  1. Hal yang membuat kecanduan pasti nikmat n nyaman. Jika tidak, maka tidak mungkin kan kita mau sampai ketagihan. Karena manusia selalu mencari kenikmatan dan menghindari sengsara maka hal-hal yang nikmat akan selalu diprioritaskan.

  2. Hal yang membuat kecanduan itu biasanya tidak berdosis merusak secara instan. Tetapi akan berkembang secara bertahap. Masih ingat kan kalau seekor katak yang direbus dengan air dingin dalam panci, kemudian dipanaskan secara bertahap akan mati dalam keadaan masih bersantai di sana. (Ingat kembali posting yang berjudul ’Temptation’ di blog ini).

  3. Tidak memikirkan jangka panjang. Karena kita tidak memiliki tujuan yang jelas untuk jangka panjang kita, maka kita biasanya lebih mudah ‘terjatuh’ ke dalam godaan.

  4. Memiliki mental yang suka menyalahkan lingkungan alias tidak bertanggung jawab. Karena seringkali tidak merasakan bahwa semua yang terjadi sampai hari ini adalah hasil tindakannya pada masa dulu, mereka cenderung bertindak seenaknya. Toh, kalau terjadi apa-apa ada yang bisa kita salahkan.

 

Bagaimana kaitan antara addicted dengan masalah financial kita? à kita bahas di posting berikutnya ya.


Kita bahas terlebih dulu bagaimana menghindari addiction:

  1. Bayangkan kesengsaraan yang amat sangat bagi diri kita jika kita mengalami kondisi kecanduan itu. Ingat manusia menghindari kesengsaraan, ini jauh lebih kuat daripada kita mencari kesenangan. Bayangkan semua yang paling sengsara, itu membuat kita akan bisa langsung berkomitmen untuk berhenti dari addicted.

  2. Ingatlah selalu bahwa kita bertanggung jawab terhadap hidup kita sendiri! Jangan mempedulikan semua orang atau hal yang mempengaruhi kehidupan kita. Lingkungan eksternal tidak bisa kita ubah, tetapi kita bisa mengubah sikap dalam menghadapi lingkungan ini. Bertanggung jawab mulai sekarang. Latihan memelihara anjing atau kucing bisa membuat kita lebih bertanggung jawab.

  3. Buatlah tujuan yang jelas sejak sekarang! Dengan begitu kita akan selalu bertindak menurut rencana yang sudah disusun, tanpa melenceng terlalu jauh. Ingatlah kalau melenceng sedikit saja….lama kelamaan akan terlalu jauh keluar jalurnya. Itu yang dinamakan butterfly effect, perubahan kecil yang akan menimbulkan perubahan hasil yang sangat besar!

  4. Carilah pertolongan kalau sudah masuk dalam kondisi addicted! Baik karena drugs, shopping, karena makan, kecanduan main atau apa pun juga. Ketemulah dengan ahlinya supaya semuanya bisa disembuhkan sejak dini. Ingatlah bahwa pohon yang saat kecil tumbuhnya bengkok harus segera diluruskan karena masih lentur. Tetapi jika sudah terlalu tua, maka dia akan menjadi patah.

 

So…..mulai saat ini hindarilah membuat diri kita kecanduan. Say No To Addicted!

 

 

Leonardus Budi Suryanto 0818 932638

Do Your Best and Let God Do The Rest!

 

Intermezzo


Written on July 3, 2007 – 10:42 am | by sm4rter-guy

Hm…………………………………………………………………sejujurnya bingung juga mau menuliskan apa di posting ini. Karena sedang banyak sekali hal yang berkutat di kepala untuk dituliskan, juga ide-ide untuk proyek buku dan juga blog-blog yang ada.

Memang sih, saya harus mengatur waktu saya lebih baik lagi untuk bisa menulis lebih banyak lagi. Entah dengan bangun lebih pagi (Oh….this is not easy guys…..) atau tidur lebih larut lagi (kayanya dah tiap hari kaya gini deh), pokoknya saya harus luangkan waktu lebih banyak untuk menulis.

But, ada sesuatu yang mengubah pikiranku secepat saya memutuskannya. Apa itu? Saya sedang membaca buku yang berjudul ‘Seven Years to Seven Figures’ karya penulis Michael Masterson. Salah satu buku yang mengajarkan kiat untuk menjadi milyarder dalam waktu kurang dari 7 tahun! Hm…….dahsyat ya idenya. Nah, semakin saya membaca buku tersebut, saya semakin menemukan bahwa saya memiliki banyak sekali persamaan dengan orang-orang sukses yang menjadi jutawan di Amerika dan juga persamaan dengan banyak Milyarder di Indonesia ini.

Mungkin lain kali saya share apa yang saya pelajari dari buku tersebut, biarlah post ini sesuai judulnya hanyalah sebuah intermezzo saja. Jadi jangan terlalu berat isinya.

 

Saya akan segera membuat sebuah blog yang berisikan film-film yang penuh inspirasi dan pelajaran yang bisa dipelajari darinya. Tentu saja saya akan mengaitkannya dengan dunia bisnis dan kehidupan kita secara keseluruhan.

Juga segera meluncurkan blog yang berisikan blog-blog yang sudah dituliskan lewat friendster ini ke blogger.com. Bukannya kenapa-napa, hanya ingin supaya bisa mengatur blog yang lebih baik saja.

Ini baru terpikirkan saat ini, saya juga akan menjawab berbagai pertanyaan yang masuk dari remaja-remaja untuk berbagai persoalan mereka. Lewat blog tersendiri yang berisikan tanya jawab tersebut.

Kalau pertanyaan mengenai investasi akan saya tuliskan lewat blog mengenai money and finance di sini, yang mungkin juga saya link ke blog saya lainnya. But, seperti judul posting ini…….itu semua baru rencana kok….saya baru mempelajari lewat majalah semua tentang blogging, mulai dari men-create a new account, menghiasi blog sampai membuat blog bekerja untuk passive income….tentunya dengan kerja sama teman-teman semuanya di sini.

Hm….sepertinya itu dulu kali yah……hanya saja memang mesti saya tuliskan karena kalau tidak, bisa meledak ide di kepala tanpa penyalurannya…hehehhe

So guys……..gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit, karena kalaupun jatuh, kita masih jatuh diantara para bintang…..Atau seperti kata narator di film ‘Alexander’ à “Alexander mungkin gagal mencapai cita-citanya, tetapi kegagalannya masih jauh lebih tinggi dibandingkan kesuksesan orang lain’…..huiks!!! Dahsyat kan?

So…..buat apa takut bermimpi yang besar?

Leonardus Budi Suryanto 0818 932638

Do Your Best and Let God Do The Rest!

No Risk High Return


Written on July 3, 2007 – 10:36 am | by sm4rter-guy

Hm, judul yang sangat…..sangat menggoda untuk dibantah ya? Saya yakin bahwa posting kali ini akan menimbulkan banyak sekali kerutan di dahi, mata yang membelalak, gelengan kepala saat membaca n so on……but i don’t care about that.

Sejak foto ini terpasang di friendster dan juga sebagai wallpaper di laptopku, memang muncul banyak tanggapan teman-teman yang mengatakan bahwa tidak mungkin ada High Return with No Risk…….

Memang sih selama ini orang mengenal prinsip ’High Risk High Return’ dan juga ’Low Risk Low Return’……itu memang berlaku di segala jenis instrumen investasi, meskipun sebagian investor yang canggih alias sophisticated investor akan menyetujui bahwa yang namanya resiko itu memang meningkat seiring dengan return yang kita harapkan.

Tetapi pernahkah anda menjumpai orang-orang yang sudah demikian kenal dengan dunia investasi seakan-akan menganggap bahwa apa yang mereka invest-kan tidak terkena dampak resiko sama  sekali? Mereka begitu menikmati naik turun return mereka, mereka begitu menikmati gejolak naik turunnya investasi mereka dan mereka begitu senang menikmati gejolak pasar yang terjadi, padahal jelas-jelas itu juga mempengaruhi investasi mereka.

Bagi anda penggemar Robert T. Kiyosaki dan juga Donald Trump serta Warren Buffet……anda pasti pernah membaca bahwa mereka begitu mencintai resiko, sehingga berani untuk terjun ke dalam investasi yang bersifat High Risk High Return? Jika memang mereka sudah terbiasa dengan sesuatu yang memiliki resiko tinggi, bukankah ini berarti bahwa mereka sudah tidak takut dengan adanya resiko? Kalau mereka tidak takut dengan resiko itu, bukankah mereka menganggap bahwa investasi mereka itu bersifat Low Risk High Return atau bahkan seperti yang tertera di fotoku…No Risk High Return?

Tentunya harus ada penjelasan Bud, jika menuliskan seperti ini….yup harus ada penjelasannya……and here they are………

  1. Kita harus mengetahui bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini ada resikonya, bahkan bernapas pun ada resiko yaitu menghirup terlalu banyak tanpa melepaskan kembali udaranya. (Pernah mencoba? Coba deh, hirup napas dan tidak mengeluarkannya ….. kalau bisa tahan 10 menit, silakan cantumkan no rekening anda dan saya akan transfer dana buat biaya berobat :p)

    1. Kalau memang semua ada resiko mengapa kita tidak mengambil resiko yang ada?

    2. Jika tidak mengambil resiko pun adalah suatu resiko, mengapa tidak mengambil resiko untuk maju sekalian?

    3. Jika dipaksa atau sukarela juga adalah resiko….mengapa tidak mengambil resiko secara sadar?

  2. Belajar mencintai resiko. Hm….sebenarnya kita dah mencintai resiko selama ini, hanya saja tidak pernah kita sadari. Sebagai contoh :

    1. Bagi anda yang senang makanan pedas, sudah tahu kan kalau resikonya adalah mengganggu maag, bisa menimbulkan jerawat, membuat kita makan semakin banyak dan sebagainya….tetapi tetap saja kita senang dengan makanan yang pedas-pedas. Malahan, tanpa pedas tidak terasa nikmatnya.

    2. Kita juga menyenangi permainan-permainan yang cenderung memicu adrenalin kita, misalkan tornado di dufan (jadi pengen ke dufan nih….), padahal itu juga ada resiko mesinnya macet di atas…n apa yang terjadi? Bukankah kita tahu bahwa itu juga membuat jantung kita berdebar lebih kencang dan cepat dibanding biasanya, sehingga ada resiko kita gagal jantung di atas permainannya … tetapi sekali lagi, mengapa kita justru senang dengan permainan seperti itu?

    3. Contoh berikutnya ……,…..,….. dan ….. (isi sendiri donk, masa diisiin terus? ;p)

  3. Memperhitungkan Resiko. Tentu saja selain kita menyadari bahwa kita hidup dengan penuh resiko, kita sudah belajar mencintai resiko secara sadar…maka kita harus belajar memperhitungkan resiko. Bagaimana caranya? Sebenarnya sangat mudah. Intinya cuma 7 huruf, yaitu B.E.L.A.J.A.R. Iya, cuma dengan belajar kita bisa membuat sesuatu yang kelihatan beresiko tinggi menjadi rendah resikonya bahkan cenderung tidak beresiko. Contoh, kita tahu bahwa menggoreng telur itu beresiko bagi kita karena bisa terkena minyak panas dan membakar kulit kita. Tetapi jika kita sudah mempelajari caranya dengan baik maka resiko kita tentu saja akan sangat rendah. Paling keciprat sedikit, tetapi tidak sampai membakar kita. Begitu juga dengan investasi, kita bisa belajar semua instrumen yang dibutuhkan supaya resiko setiap investasi kita menjadi kecil atau hilang sama sekali.

Bagaimana cara belajar mengatasi resiko investasi?

  1. Belajar dari majalah, koran, buku, atau dengan cara membaca.

  2. Belajar dari mendengarkan orang lain yang sedang berbicara mengenai investasi, misalkan lewat radio, televisi dan sebagainya.

  3. Belajar berinvestasi untuk tahu pengalamannya, bisa secara virtual dulu, bentuk klub dengan teman-teman tanpa menggunakan uang sungguhan, atau lewat ’cashflow games’ (btw, versi Indonesianya mana ya? Katanya ada? Tapi kok tidak pernah ketemu yah?)

  4. Ikuti kursus mengenai investasi. Bagi yang suka memasak, sampai rela membayar jutaan supaya bisa membuat kue tertentu, yang belajar merangkai bunga, berbahasa asing dan sebagainya. Sayangnya, banyak orang yang ingin menjadi kaya dan berhasil lewat investasi tetapi tidak mau meluangkan waktu dan uang untuk ikut kursus investasi!!! Fakta yang mengejutkan? Tidak juga….coba tanyakan kepada diri anda sendiri anda kepengen kaya dan berhasil? Saya bisa mengetahui jawabannya. Tetapi pertanyaan berikutnya, anda sudah atau berencana untuk ikut kursus investasi? Tuh….kan hilang semua jawaban tadi? Nah, persoalannya Bud, kursusnya di mana? Nanti tunggu tanggal mainnya di Jakarta! Segera dibuka BIC (Best Investment Choice) yang menyediakan BIC (Best Investment Course), kursus investasi terpadu bagi para pemula sampai bagi yang ingin profesional di bidang investasi.

  5. Langsung action untuk berinvestasi

  6. Jangan kapok! Ini langkah penting supaya bisa membuat No Risk High Return, sebab yang namanya investasi meski sudah kita prediksi tetap saja bisa tidak sesuai prediksi kita. Jika itu terjadi, jangan kapok….tetapi teruslah belajar dan berinvestasi secara benar.

  7. Carilah mentor atau konsultan yang bisa anda percayai!

Jika 7 langkah di atas anda lakukan dengan baik, dijamin anda juga akan bisa memiliki investasi yang No Risk High Return!

Selamat menikmati! J

Leonardus Budi Suryanto 0818 932638

Do Your Best and Let God Do The Rest!

Konsumen Memecat Pegawai Setiap Hari!!!


Written on June 27, 2007 – 12:03 pm | by sm4rter-guy

Hai para pembaca blogku yang setia (setelah sekian lama gak narsis, akhirnya muncul kembali, ;p), mau sharing sedikit mengenai pengalaman yang sangat kurang meng’enak’an di sebuah restoran chinesse food yang dibangun dengan konsep franschise.

Saya tidak tahu siapa yang pegang franschise di sana, tapi asli…..itu membuat tamu tidak akan kembali lagi ke sana. Hm….sebut gak yah nama n lokasinya? Ah, sebut aja ah, biar pemiliknya menghubungi n syukur2 minta inhouse training ama kita…hahahaha

Jadi saya makan malam di Chopstix restaurant di Plasa Indonesia, bayangkan restoran di temapt itu kan seharusnya semuanya serba excellence, benar gak?

But, apa yang kita dapatkan di sana? Pelayan yang tidak ramah sama sekali, pelayanan setengah hati, kondisi yang tidak kondusif……pokoknya serba tidak menyenangkan. Yang saya herankan adalah, this is not the first time i had dinner there! Mengapa hal yang sama tetap terjadi? Hm……kalau sudah begini, kelemahan dari sistem franschise terliat…yaitu begitu satu restoran mendapat penilaian buruk maka semua Chopstix seakan-akan sama buruknya. Seharusnya manajemen lebih ketat soal memberikan ijin ini.

Mengapa kami marah-marah di sana? Yang pertama, sikap pelayan yang tidak simpati kalau tidak mau dikatakan jutek! Seakan-akan kami makan di sana tidak bayar! Kemudian juga seakan-akan konsep restorannya salah kaprah bukan mengutamakan pelayanan. Wih…pokoknya sebel banget deh….Sudah jelas datang berlima makan di sana, begitu kita pesan Chinesse n Japannese tea, dia hanya memberikan 2 cangkir……..untuk 2 lagi harus minta sendiri. (come on guys, kalian harus punya kepekaan kalau melihat situasi ini).

Bukan cuma itu, saat kami pesan tambahan , minta tambahan piring kosong, minta sambal dan sendok buat sapo tahu……..(do u know what their answers? Memang tidak ada sendoknya dan harus minta kalau mau mendapatkan sendok! Ups!!!! Juga soal sambal, dijawab tidak ada…padahal jelas2 terlihat ada botol2 saos sambal di dapurnya….UPS!!! Saking betenya saat membayar dan minta bill, saya sengaja bertanya, apakah mereka memiliki kotak kritik dan saran?

Langsung pucat pasi n gak bisa berkata apa-apa mereka. Mereka hanya bisa menjawab tidak ada ,tetapi penuh dengan rasa ketakutan!
Jujur saja, satu-satunya yang membuat bisa tersenyum makan di sana hanyalah tulisan di fortune cookiesnya …’all ur hard works will pay off’, jadi sedikit menghibur…sisanya???? ZERO…bahkan MINUS!

Makanan, baik penyajian maupun rasa…..standar habis….
Pelayanan? Ke laut aja dah….
Suasana??? Hm…yang sudah ke Chopstix tahu kan bagaimana di sana?
Yang membuat ramai itu hanya karena saat itu jam makan…..n not so much choices for food there!!!!

Yang terbersit saat itu cuman satu….buat kalian yang bekerja atau berusaha apa pun bidang anda….sadarkah bahwa konsumen memecat pegawai setiap harinya? Jika kita membuat pelanggan kecewa tanpa sadar kita sudah membiarkan mereka memecat kita, sebab uang gaji yang kita dapatkan bukan dari BOS, tapi dari pemasukan perusahaan. Darimana pemasukan perusahaan? jelas jawabannya, dari para pelanggan yang datang…..so…….

Hm….apakah anda ingin dipecat oleh pelanggan anda???
Supaya tidak terjadi…coba deh guys baca buku yang berjudul ‘Strategenius’, karangan Jeffrey J. Fox yang bisa  membantu anda merasakan bagaimana seharusnya bermarketing ria……

Remember,……do ur best and let God do the Rest!

Leonardus Budi Suryanto
0818-932638
(Bagi anda yang membutuhkan inhouse training atau outbound training untuk karyawan anda, silakan hubungi saya….thanks)

Rahasia Kedua untuk Kaya!


Written on June 18, 2007 – 8:37 am | by sm4rter-guy

Hai semuanya, terima kasih untuk response yang masuk baik dari comment di blog, telepon maupun yang bertemu secara langsung dan menodong untuk melanjutkan pembahasan mengenai money and finance ini. Terima kasih untuk semua dukungan anda, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyokong berlanjutnya blog ini dan berlanjutnya keinginan untuk berhasil menjadikan ini sebuah blog yang bisa membantu kita semuanya. Semoga!

Setelah tertunda sekian bulan (atau tahun ya?), saya melanjutkan rahasia kedua untuk kaya ini dengan sebuah cerita nyata yang baru saya alami. Kisah yang mungkin dikenal dan dialami oleh sebagian diantara anda. Dalam perjalanan saya dari STIE IBII tadi, saya sengaja menumpang sebuah taksi yang melintas. Dan seperti biasa, saya mengajak sang sopir untuk berbincang-bincang. Biasalah ya, pertanyaan seputar bagaimana kabarnya, kondisi keluarga dan sebagainya.

Dari Pak Joko (nama sang sopir, bukan nama taksinya tentu saja :P), saya mengetahui bahwa dia memiliki 4 anak, cewek, cowok,cowok, cewek. Maaf, yang cewek sudah menikah dan sudah punya anak semua. Dari sepanjang perjalanan Sunter ke Pademangan, saya langsung memutuskan untuk melanjutkan kolom money n finance saya, sebab dia bercerita mengenai anaknya yang menikah di usia sangat muda, hanya 22 tahun (MBA, ofcourse). Dia sendiri juga menikah di usia yang muda, 21 jalan 22 katanya.

Nah, yang jadi persoalan adalah anaknya ini masih dalam kondisi serba kekurangan. Kalau cucu Pak Joko sakit, minta subsidi ke pemerintah pusat alias ke Pak Jokonya. Kalau kurang uang susu, minta lagi ke atas. Pokoknya minta melulu deh. Sementara kerja hanya asal-asalan. Iya kalau Pak Joko banyak uangnya, tapi apakah anda tahu berapa penghasilannya? Dia mendapatkan maksimal Rp 60.000,00 perhari. Dengan catatan, 2 hari kerja 1 hari libur (libur terpaksa, tentu saja…karena armada taksi yang kurang dibandingkan jumlah sopir yang ada), sehingga uang yang diterima adalah Rp 120.000,00 per 3 hari. Jatuh-jatuh perhari hanya Rp 40.000,00 saja. Bisa terbayangkan dia harus menghidupi keluarga dengan uang segitu saja, sebuah jumlah yang bagi sebagian dari kita habis begitu saja kurang dari sejam kalau ke mall.

Pak Joko banyak cerita mengenai anaknya, yang kalau lagi susah cari, tetapi kalau lagi dapat uang…….tidak pernah memikirkan orang tuanya. Waduh….jangan sampai kita juga jadi kayak gitu yah? Nah, Pak Joko sempat cerita bahwa tahun 2003, anaknya sempat dapat pesangon sebesar Rp 7,5 juta. Disarankan untuk ambil tanah, dengan cara kredit seluas 180m2. Waktu itu harga tanahnya sebesar Rp 150.000,00 permeter. Bahkan Pak Joko menawarkan untuk menanggung sisanya kalau anaknya nanti tidak sanggup mencicil, tapi nama di akte tanah itu tetap nama anaknya.

Ide itu ditolak, karena sang anak lebih memilih membeli ini dan itu. Saya tersenyum dan bertanya ke dia, pasti barang elektronik ya? Dia menjawab iya, jadi uang pesangon itu dipakai untuk membeli tv, vcd, alat-alat salon, dan sebagainya. Hasilnya sekarang ini sudah rusak semua, sementara harga tanah yang akhirnya dibeli oleh Pak Joko sendiri sekarang sudah naik menjadi Rp 250.000,00. Naik lebih dari 60% dalam waktu 3 tahun!

Saya prihatin dengan kisah tersebut, tapi saya hanya bisa menyimpan dalam hati saja. Tanpa terasa, sudah sampai Pademangan dan saya turun di depan gang n langsung masuk n mengetik kisah ini. Saudara-saudaraku yang tercinta dan terkasih! Kira-kira apa yang menjadi rahasia kedua dari menjadi kaya? Setelah rahasia pertama, yaitu kita harus memiliki KEINGINAN YANG JELAS mengenai apa yang kita inginkan.

Rahasia kedua juga amat sederhana, yaitu : BERANI MENUNDA KENIKMATAN kita. Apa pokok permasalahan dari keluarga Pak Joko tadi? Tanpa bermaksud untuk menghakimi, yang terlihat jelas adalah anak-anaknya tidak bisa menunda kesenangan atau kenikmatan. Karena tidak tertunda, berakhirlah di pernikahan dini sekali. Karena serba tidak siap, maka hanya sengsara yang terjadi. Begitu juga saat menerima uang pesangon tadi, mereka langsung membelanjakan semuanya untuk barang-barang elektronik, yang begitu kita beli langsung turun nilainya.

Coba saja beli hp. Setelah beli, buka segelnya…kita pergi bawa ke toko lain untuk kita jual…harganya sudah turun sekian persen. (mungkin saja mereka tidak tahu mengenai hal itu Bud). Hm…menurut saya meskipun mereka tahu, mereka tetap akan membelinya……soalnya susah sih yang namanya menahan kesenangan dan menunda kenikmatan. Gak percaya? Lihat saja betapa banyak orang yang kena kasus kartu kredit akibat tidak menunda kesenangan.

Memang tidak mudah untuk menunda kenikmatan kita. Dari pengalaman saya, ada 2 tipe manusia berkaitan dengan hal ini. Tipe yang pertama adalah mereka yang tidak bisa menunda kenikmatan sama sekali. Biasanya mereka yang dibesarkan dalam kondisi manja. (Ingat, saya mengatakan dibesarkan dalam kondisi manja, bukan kaya. Sebab banyak juga yang dilahirkan dalam keluarga kaya tapi tidak dimanjakan). Karena terbiasa mau apa pun, ada yang memberikan akhirnya dia selalu berpikir bahwa tanpa menunda pun dia bisa mendapatkan segalanya. Akhirnya hanya mencari mudahnya saja.

Tipe kedua adalah mereka yang bisa menunda kenikmatan sementara. Bukan menghilangkan loh, hanya postponed….alias menunda. Selain karena mereka mempelajari bahwa untuk mendapatkan sesuatu mereka harus membayar harganya, kekuatan menunda kesenangan terjadi karena mereka memiliki tujuan jangka panjang yang jelas dan tentunya lebih nikmat daripada sesuatu yang dia nikmati saat ini. Hm………..anda paham kan maksud saya.

Nah, itulah sebabnya kita harus memiliki tujuan yang sangat jelas untuk jangka panjang kita…..dan buatlah tujuan kita itu memiliki kenikmatan tiada taranya. Sebagai contoh, saya berkeinginan untuk bisa menikmati hidup yang sebebas-bebasnya dalam arti bebas secara finansial dan waktu di usia 40tahun.

Saya ingin meniru mentor saya yang bisa menikmati itu semua di usia 35 tahun saat ini. Beliau adalah pengusaha yang sangat rela menunda kenikmatan selama 12 tahun pertamanya, saat ini beliau adalah milyarder muda. Jika anda juga ingin belajar dari mentor saya ini, segera dapatkan buku dan DVD pelatihannya di Gramedia. Cari buku yang judulnya ’Anda Ingin Sukses, Selama Tidak Berdosa, Lakukan!’.

Saya belajar secara intens dengan beliau khususnya selama setahun terakhir ini. Saya mempelajari banyak filosofi dan rencana tindakan yang harus dilakukan supaya juga bisa mencapai kebebasan finansial dan waktu. Salah satunya, saya harus bisa menunda kenikmatan sementara supaya kenikmatan yang jauh lebih bebas bisa saya nikmati.

Tapi Bud, kalau menunda terlalu besar kan susah? Betul….tapi bisakah anda meluangkan uang anda sebesar Rp 100.000,00 perbulan untuk diinvestasikan? Misalkan kalau kita mulai menyisihkan Rp100.000,00 perbulan mulai bulan ini, kita investasikan ke sebuah investasi bernama reksadana saham. Jika kita hitung tingkat pengembalian adalah sebesar 30% pertahun, selama 25 tahun kita lakukan terus menerus. Tahukah anda maka uang kita akan menjadi Rp 6,755 Miliar lebih!!!!

Cukup untuk kita pensiun dan jalan-jalan ke luar negeri. Untuk anak gimana? Nah, untuk anak urusan lain, saya hanya menunjukkan kekuatan dari yang namanya menunda kenikmatan sementara. Karena kalau kita hanya lakukan itu selama 10 tahun saja.

Jadi kalau kita hanya menyisihkan Rp 100.000,00 perbulan selama 10 tahun dengan tingkat bunga 30%, maka uang kita hanya terkumpul Rp 75,2 juta saja. Jauh kan bedanya? Supaya mudah untuk menyisihkan uangnya, anggap saja setiap bulan, kita beli pulsa Rp 100.000,00 dan hilang terpakai. Jadi gak usah dipikirkan terlalu banyak…ok?

Hm….akhir kata……Maukah anda menunda kenikmatan sementara demi kenikmatan yang tiada tara nantinya? Keputusan ada di tangan anda!

Leonardus Budi Suryanto 0818 932638 Do Your Best and Let God Do The Rest!.

Besar Pasak Daripada Tiang!


Written on May 15, 2007 – 12:54 am | by sm4rter-guy

Besar pasak daripada tiang adalah istilah yang paling kita ketahui. Sejak kita masih duduk di bangku SD, kita telah mengenal peribahasa yang berarti lebih besar pengeluaran daripada pendapatan.

Anehnya, meski kita telah mengetahui peribahasa ini sejak SD seharusnya membuat kita bisa menghindari kondisi tersebut. Tetapi kabar berita yang kita terima justru banyak yang membangun rumah dengan pasak yang jauh lebih besar daripada tiangnya. Bagaimana dengan anda para penggemar blog ini? Semoga saja tidak demikian.

Saya mengangkat topik ini karena hari minggu lalu baru saja saya membawakan topik money management dalam pelatihan yang saya berikan. Ternyata memang situasi yang sangat mudah untuk mendapatkan dan mempergunakan kartu kredit, tanpa sadar membuat orang mudah terjerumus ke dalam pasak yang lebih besar tadi. Saya tidak menentang penggunaan kartu kredit. Yang saya tentang adalah penyimpangan akibat kartu kredit. 

Mari kita lihat apa saja penyimpangan yang terjadi akibat ‘tidak bisa menekan nafsu belanja’, ok?

  1. Kartu kredit seharusnya menjadi pengganti penggunaan uang tunai dengan alasan keamanan serta dengan alasan untuk berjaga-jaga, misalkan ada yang sakit dan harus ke rumah sakit, maka bisa digunakan untuk membayar dp kamar. Kenyataannya : kartu kredit digunakan untuk memuaskan mata kita akibat melihat sesuatu yang menarik di mal, sehingga lama kelamaan dompet kita juga ikutan sakit.
  2. Tagihan kartu kredit itu harusnya kita bayarkan sekaligus, sebab jika tidak akan berbeban bunga yang sangat besar! 3,75% perbulan itu setara dengan 46% pertahun! Padahal kita tabung setengah mati di bank, bunga yang dijamin pemerintah adalah 3,75% pertahun! Kenyataannya: Karena pola belanja kita yang tidak terarah dan tidak teranggarkan, maka kita membeli barang yang di luar kemampuan kita. Seringkali setelah kita membeli barang tersebut, kita kemudian baru menyesal karena menyadari bahwa tidak pentingnya barang tersebut. Kita menjadi hanya bisa membayar dengan mencicil…wow! Konyol banget kan, menabung 3,75% tetapi mengeluarkan 3,75% perbulan akibat hutang kartu kredit.
  3. Kartu kredit adalah alat pembayaran elektronik, dan namanya kredit itu adalah soal kepercayaan. Kenyataannya: saat ini begitu mudah mendapatkan kartu kredit tanpa kita harus membuka tabungan di bank penerbitnya. Padahal dulu setengah mati bagi kita kalau mau apply kartu kredit, sekarang kita menolak  setengah mati tawaran kartu kredit yang datang. Mengapa ini terjadi, sekali lagi karena persaingan yang ketat membuat semua orang berlomba banyak-banyakan kartu kredit hanya untuk gengsi.
  4. Seharusnya kita membangun dan mengisi lumbung padi untuk berjaga-jaga jika panen tahun ini tidak bagus atau kita gagal panen. Kenyataannya: kita sibuk mengosongkan lumbung padi dan mengisi rumah kita sendiri dengan berbagai maca elektronik yang tidak banyak manfaatnya. Televisi menjadi kebutuhan jika kita bekerja di bidang yang memerlukan tv, mobil menjadi kebutuhan jika kita gunakan untuk transportasi. Jika diluar fungsi itu, maka tv dan mobil menjadi sebatas keinginan saja.

Bagaimana cara mengatasi besar pasak daripada tiang? Mudah! Kita bisa mengatasi ini dengan 2 cara:

  1. Memperkecil pasak kita. Yang menjadi persoalan adalah kita seringkali tidak mau memperkecil pasak kita, dengan mengeluarkan biaya-biaya keinginan yang tidak perlu, misal wajib nonton 4 kali sebulan. Harus makan di luar, seminggu sekali. Harus ke salon, 4 kali sebulan dan sebagainya. Karena itulah kita harus membuat anggaran belanja dan pendapatan kita perbulan. Bukankah ilmu mengenai itu sudah kita dapatkan sejak SMP? Dengan kita membuat anggaran kita bisa mengetahui ke mana saja larinya uang yang kita hasilkan perbulan. Bagaimana Bud, jika pasak saya sudah kecil…..tapi tetap saja lebih besar dari tiang karena harus membayar hutang-hutang kartu kredit saya? Maka akan muncul solusi ke-2, yaitu
  2. Memperbesar tiang kita! Yang menjadi persoalan adalah banyak dari kita yang mengatakan lebih sayang anak dan keluarga, jadi lebih baik habis kerja pulang ke rumah. BULL SHIT! Yang benar adalah kita malas kalau harus bekerja tambahan lagi untuk mendapatkan income lebih sehingga bisa menutupi hutang kita. Rasa malas kita membuat kita beralasan bahwa uang itu bukan segalanya, bahwa lebih baik berkumpul bersama keluarga, bahwa mangan ora mangan sing penting ngumpul. Mari kita jujur pada diri sendiri, kalau mau terus besar pasak daripada tiang….maka kita tidak usah berubah sama sekali….akibatnya setiap kali terima gaji, 2-3 hari kemudian sudah pusing lagi memikirkan bagaimana keuangan kita yang cekak untuk sampai gaji berikutnya.
  3. Jika kita sudah bekerja tambahan berarti bisa ada dana tambahan untuk membayar hutang, pengeluaran sudah kita atur dengan sangat ketat, tetapi tetap saja kartu kredit kita membengkak dari bulan ke bulan. Apa yang harus saya lakukan? Solusinya hanya satu, saya kutip dari dunia kedokteran. Jika kaki kanan sudah mulai membusuk akibat gangren, hanya ada 2 cara saja. Kita biarkan membusuk sampai akhirnya menular dan naik terus ke jantung hingga mengakibatkan kematian? atau kita memilih untuk melakukan amputasi kaki kanan kita, sehingga seumur hidup kita tidak memiliki kaki kanan tetapi tetap selamat. Mana yang dipilih? Jika di persoalan kaki membusuk, kaki tidka bisa tumbuh lagi….tetapi jika di soal keuangan,…..juallah motor atau mobil yang sedang anda kendarai untuk menutupi hutang tersebut…..motor dan mobil bisa kita cari kembali jika pikiran kita menjadi damai tanpa dibebani soal hutang. Karena orang yang berhutang adalah orang yang paling memikirkan soal uang, bukankah begitu?
  4. Berhenti menggunakan kartu kredit anda, itu merupakan jalan keempat dalam mengatasi besar pasak daripada tiang! Jika tidak …maka akan terus berbahaya bagi keuangan kita.

Dengan terbebasnya kita dari hutang, akan sangat banyak hal yang bisa kita dapatkan. hidup akan menjadi lebih nikmat dan indah. Memangnya apa sih yang menjadi kelebihan kalau kita bebas dari hutang? Nantikan di posting berikutnya yah.

Oh ya…selamat melakukan semua tindakan tadi dan segera terbebaskan dari hutang…..n tetap do ur best, n let God do the rest!