Sport…Oh…Sport
Written on April 8, 2008 – 10:53 pm | by sm4rter-guy
Paris matikan api Olimpiade!
Headline yang terbaca di koran Kompas kemarin (8 April 2008) membuat saya kaget dan terhenyak!
Saya bingung dengan kondisi manusia-manusia yang hidup di muka bumi ini. Mengapa? Jelas saja bingung! Pelari yang membawa obor Olimpiade Beijing 2008 dikejar dan berusaha dimatikan apinya, ada yang bahkan menggunakan tabung pemadam kebakaran (tentu saja berhasil dicegah pihak berwajib), sehingga api bisa selamat pada hari-hari sebelumnya.
Tetapi kemudian headline itu muncul dan menusuk jiwa semua pejuang olahraga, bukan hanya atlet tetapi semua umat manusia. Tahukah mereka bahwa tradisi api yang ada di obor Olimpiade itu adalah lambang harapan, lambanga perjuangan tiada henti, lambang kekuatan untuk terus bertahan, berjuang dan bahkan pengorbanan untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik (lebih kuat, tinggi, jauh, cepat!) dibanding dulu.
Iya, memang negara penyelenggara Olimpiade (Olympic) kali ini adalah negara China, negara yang banyak ‘menjajah’ kita dengan produk-produk murah namun berkualitas (hayo, jujur saja sekarang ini banyak sekali barang berkualitas made in China). Iya, memang sempat terjadi konflik ‘Tiannanmen’ sekian puluh tahun lalu. Iya, memang juga terjadi konflik akibat demonstrasi ‘Tibet yang ingin merdeka sendiri’, tetapi come on guys……itu semua adalah masalah ekonomi dan politik.
Politik harus dijauhkan dari olahraga, dimana sportivitas, semangat juang harus terus dikumandangkan. Dimana keringat dan air mata bercampur satu saat mereka semua berlatih, berlomba dan mengalami kejatuhan atau pun kemenangan. Olahraga jangan disambung-sambungkan dengan urusan politik atau urusan lainnya.
Jika kali ini hanya api obor Olimpiade yang padam di Paris, saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika semua atlit yang telah berlatih dan siap untuk menunjukkan kepada dunia kebanggaan mereka bisa mewakili negaranya masing-masing, harus batal bertanding akibat Olimpiade dibatalkan.
Saat Olimpiade dibatalkan, sejujurnya….itu bukan kekalahan bagi negara China…itu adalah kekalahan seluruh umat manusia di bumi ini. Itu adalah kekalahan bagi semangat pantang menyerah, kekalahan bekerja keras, kekalahan sportivitas, kekalahan kekuatan impian, kekalahan iman, kekalahan ‘impossible is nothing’, kekalahan semua nilai positif di dunia…….
Saat itu terjadi, saya hanya bisa berharap saya sudah terlebih dulu meninggalkan dunia ini dengan penuh kebanggaan, dengan masih dipenuhi semua nilai positif di dunia ini… (ironis? Mungkin tidak)
Just Remember to do your best, and let GOD DO THE REST!
Leonardus Budi Suryanto
0818 932638
3 Responses to “Sport…Oh…Sport”
By selvi on Apr 9, 2008 | Reply
hum…stuju bud,emang tuh sering bgt semua permasalahan dicampuraduk untuk mencapai tujuannya tapi gak mikir panjang, mestinya pemerintah perancis n aktivis2 yg demo juga bisa lebih bijaksana dalam bersikap. kenapa harus melalui boikot olimpiade kenapa gak melalui jalur lain misalnya boikot produk buatan china gitu kan juga bisa. Toh olimpiade juga bukan buatan china cuman aja kebetulan untuk kali ini diadainnya di china. kalau olimpiade dibatalin,apa china rugi gede, ga kan? sapa coba yang paling dirugiin?? ya para atlit2nyalah yg udah abisin wkt sekian lama buat latihan n mempersiapkan dirinya biar bisa tampil sebaik mungkin dan berharap bisa juara. negara2 yang membiayai atlit2nya juga pasti dirugikan lah. gak sportif!!!
Budi’s Response:
Ya…itulah manusia…..hiks….
Kasihan nasib manusia….apa yang akan terjadi jika semua harapan dihancurkan????
Mengenai boikot produk China….(hm…menurut gw agak sulit, soalnya semua produk rata2 ada kandungan made in China sih…contoh: apakah ada yang pernah menjumpai peniti or jarum pentul made in negara lain???)
By ahuang Suriati on Apr 30, 2008 | Reply
hi budi, wah.. keren abiz apa yg disampaikan budi disini! haha, sy setuju sekali dg budi! manusia tuh kadang suka bikin byk masalah aja.. -_- ”
oh iya , thx for ingatin wa utk mengunjungi blog you yah.. ( fs comment ) .. blog you always bgt senang dibaca na.. ^-^ you memang memiliki byk talenta ya! (^o^),,
tar klu ada keluar buku infokan yah.. tar sy beli 1 pcs! hahahahha eh’ kok pake : pieces ya?? hahaha duh whatever lah.. ^.^
Budi’s Response:
Bukan karena pinter nulis, tapi karena yang disampaikan itu pas….
Wakakak….thanks buat pujiannya….wuih….terbang melayang nih kalo begini, wakakaka
Itu hanya mencurahkan isi hati aja kok…n kebetulan aja pas sesuai dengan yang baca….that’s it.
Btw, kapan nih kita bisa kerjasama untuk wilayah Batam…hehehe (kursus keuangannya)
Soal buku…thanks ya buat duungannya…..blm jadi kok..
By Tonny on Jun 2, 2008 | Reply
Setuju Bud… No politics on sport.
Gue inget, waktu itu ada 2 pemain tenis dari Palestine en Israel yg ketemu di babak French Open. KONI kedua belah pihak melarang mereka bertanding, dan mereka tetap bertanding. Bahkan setelah itu, 2 pemain ini, bergabung untuk bermain ganda di turnamen2 berikutnya.
Sayangnya di Indonesia masih jauh dr itu semua. Taun lalu, timnas Fed Cup Indo, memilih untuk diskors dan didenda WTA $25rb, daripada bertanding lawan Israel di Grup I Fed Cup, gara2 keputusan dari KONI.
Budi’s Comment:
Thanks info tambahannya Ton…..ya begitulah……terkadang kita menganggap diri kita mempertahankan prinsip or kebenaran padahal yang benar yang mana kita ga pernah tahu….
Yang tahu kan cuma Sang Khalik…right?