No Risk High Return
Written on July 3, 2007 – 10:36 am | by sm4rter-guy
Hm, judul yang sangat…..sangat menggoda untuk dibantah ya? Saya yakin bahwa posting kali ini akan menimbulkan banyak sekali kerutan di dahi, mata yang membelalak, gelengan kepala saat membaca n so on……but i don’t care about that.
Sejak foto ini terpasang di friendster dan juga sebagai wallpaper di laptopku, memang muncul banyak tanggapan teman-teman yang mengatakan bahwa tidak mungkin ada High Return with No Risk…….
Memang sih selama ini orang mengenal prinsip ’High Risk High Return’ dan juga ’Low Risk Low Return’……itu memang berlaku di segala jenis instrumen investasi, meskipun sebagian investor yang canggih alias sophisticated investor akan menyetujui bahwa yang namanya resiko itu memang meningkat seiring dengan return yang kita harapkan.
Tetapi pernahkah anda menjumpai orang-orang yang sudah demikian kenal dengan dunia investasi seakan-akan menganggap bahwa apa yang mereka invest-kan tidak terkena dampak resiko sama sekali? Mereka begitu menikmati naik turun return mereka, mereka begitu menikmati gejolak naik turunnya investasi mereka dan mereka begitu senang menikmati gejolak pasar yang terjadi, padahal jelas-jelas itu juga mempengaruhi investasi mereka.
Bagi anda penggemar Robert T. Kiyosaki dan juga Donald Trump serta Warren Buffet……anda pasti pernah membaca bahwa mereka begitu mencintai resiko, sehingga berani untuk terjun ke dalam investasi yang bersifat High Risk High Return? Jika memang mereka sudah terbiasa dengan sesuatu yang memiliki resiko tinggi, bukankah ini berarti bahwa mereka sudah tidak takut dengan adanya resiko? Kalau mereka tidak takut dengan resiko itu, bukankah mereka menganggap bahwa investasi mereka itu bersifat Low Risk High Return atau bahkan seperti yang tertera di fotoku…No Risk High Return?
Tentunya harus ada penjelasan Bud, jika menuliskan seperti ini….yup harus ada penjelasannya……and here they are………
- Kita harus mengetahui bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini ada resikonya, bahkan bernapas pun ada resiko yaitu menghirup terlalu banyak tanpa melepaskan kembali udaranya. (Pernah mencoba? Coba deh, hirup napas dan tidak mengeluarkannya ….. kalau bisa tahan 10 menit, silakan cantumkan no rekening anda dan saya akan transfer dana buat biaya berobat :p)
- Kalau memang semua ada resiko mengapa kita tidak mengambil resiko yang ada?
- Jika tidak mengambil resiko pun adalah suatu resiko, mengapa tidak mengambil resiko untuk maju sekalian?
- Jika dipaksa atau sukarela juga adalah resiko….mengapa tidak mengambil resiko secara sadar?
- Belajar mencintai resiko. Hm….sebenarnya kita dah mencintai resiko selama ini, hanya saja tidak pernah kita sadari. Sebagai contoh :
- Bagi anda yang senang makanan pedas, sudah tahu kan kalau resikonya adalah mengganggu maag, bisa menimbulkan jerawat, membuat kita makan semakin banyak dan sebagainya….tetapi tetap saja kita senang dengan makanan yang pedas-pedas. Malahan, tanpa pedas tidak terasa nikmatnya.
- Kita juga menyenangi permainan-permainan yang cenderung memicu adrenalin kita, misalkan tornado di dufan (jadi pengen ke dufan nih….), padahal itu juga ada resiko mesinnya macet di atas…n apa yang terjadi? Bukankah kita tahu bahwa itu juga membuat jantung kita berdebar lebih kencang dan cepat dibanding biasanya, sehingga ada resiko kita gagal jantung di atas permainannya … tetapi sekali lagi, mengapa kita justru senang dengan permainan seperti itu?
- Contoh berikutnya ……,…..,….. dan ….. (isi sendiri donk, masa diisiin terus? ;p)
- Memperhitungkan Resiko. Tentu saja selain kita menyadari bahwa kita hidup dengan penuh resiko, kita sudah belajar mencintai resiko secara sadar…maka kita harus belajar memperhitungkan resiko. Bagaimana caranya? Sebenarnya sangat mudah. Intinya cuma 7 huruf, yaitu B.E.L.A.J.A.R. Iya, cuma dengan belajar kita bisa membuat sesuatu yang kelihatan beresiko tinggi menjadi rendah resikonya bahkan cenderung tidak beresiko. Contoh, kita tahu bahwa menggoreng telur itu beresiko bagi kita karena bisa terkena minyak panas dan membakar kulit kita. Tetapi jika kita sudah mempelajari caranya dengan baik maka resiko kita tentu saja akan sangat rendah. Paling keciprat sedikit, tetapi tidak sampai membakar kita. Begitu juga dengan investasi, kita bisa belajar semua instrumen yang dibutuhkan supaya resiko setiap investasi kita menjadi kecil atau hilang sama sekali.
Bagaimana cara belajar mengatasi resiko investasi?
- Belajar dari majalah, koran, buku, atau dengan cara membaca.
- Belajar dari mendengarkan orang lain yang sedang berbicara mengenai investasi, misalkan lewat radio, televisi dan sebagainya.
- Belajar berinvestasi untuk tahu pengalamannya, bisa secara virtual dulu, bentuk klub dengan teman-teman tanpa menggunakan uang sungguhan, atau lewat ’cashflow games’ (btw, versi Indonesianya mana ya? Katanya ada? Tapi kok tidak pernah ketemu yah?)
- Ikuti kursus mengenai investasi. Bagi yang suka memasak, sampai rela membayar jutaan supaya bisa membuat kue tertentu, yang belajar merangkai bunga, berbahasa asing dan sebagainya. Sayangnya, banyak orang yang ingin menjadi kaya dan berhasil lewat investasi tetapi tidak mau meluangkan waktu dan uang untuk ikut kursus investasi!!! Fakta yang mengejutkan? Tidak juga….coba tanyakan kepada diri anda sendiri anda kepengen kaya dan berhasil? Saya bisa mengetahui jawabannya. Tetapi pertanyaan berikutnya, anda sudah atau berencana untuk ikut kursus investasi? Tuh….kan hilang semua jawaban tadi? Nah, persoalannya Bud, kursusnya di mana? Nanti tunggu tanggal mainnya di Jakarta! Segera dibuka BIC (Best Investment Choice) yang menyediakan BIC (Best Investment Course), kursus investasi terpadu bagi para pemula sampai bagi yang ingin profesional di bidang investasi.
- Langsung action untuk berinvestasi
- Jangan kapok! Ini langkah penting supaya bisa membuat No Risk High Return, sebab yang namanya investasi meski sudah kita prediksi tetap saja bisa tidak sesuai prediksi kita. Jika itu terjadi, jangan kapok….tetapi teruslah belajar dan berinvestasi secara benar.
- Carilah mentor atau konsultan yang bisa anda percayai!
Jika 7 langkah di atas anda lakukan dengan baik, dijamin anda juga akan bisa memiliki investasi yang No Risk High Return!
Selamat menikmati! J
Leonardus Budi Suryanto 0818 932638
Do Your Best and Let God Do The Rest!
6 Responses to “No Risk High Return”
By Denny on Jul 3, 2007 | Reply
Cashflow indo sudah ada koq ko, cari di google aja. Coz dulu gw pernah ditawarin, tapi gw malah beli yang Inggris (lebih murah hohohohoho)
Setahu gw cuma ada yang jenis CD Game 101. Harganya 100rb an. Pasti balik modal lah kan bisa dibajak n dibagi-bagi kepada rekan2 hahahaha ;p.
Oya ditunggu BIC nya! Harganya jangan mahal-mahal yach hehehehehe ^^
Budi’s Response:
Hm…jangan CDnya donk….tapi bentuk cashflow games 101 yang kita mainkan itu loh….cuma versi Indo…
Kan yang aku punya versi Inggris….siapa tahu ada pengembangan yang lebih oke kalo versi Indo…
Trus, soal BIC…..tenang aja…gak ampe jual kolor kok buat bisa ikut…heheheh
Tapi ilmunya dahsyat dahsyat bo….
By ahuang Suriati on Jul 15, 2007 | Reply
hi’ stlh membaca blognya budi yg satu ini,sy ikut terinspirasi juga dlm belajar bagaimana berinvestasi!! \(^o^)/
tapi bagaimana memilih investasi yg bener bener cocok dg kita ? bagaimana klu dg investasi di asuransi dg proteksi yg tdk bgt tinggi ? hope mr.budi bisa ksh sedikit pemasukan, walau kita tdk kenal yach.. ^-^ as you said u like to share ..
before that thx a lot dulu yach.. moga u success always ! hmm klu di batam ada class BIC bagus juga ya.. mungkin sy juga mo join!!
Budi’s Response:
Mengenai jenis investasi yang cocok, tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi kita masing-masing. Tidak bisa kalau kita sama ratakan dengan orang yang lain. Misalkan terjun ke investasi saham, kalau kita bukan seorang yang suka resiko tentunya akan selalu tidak bisa tidur setelah investasi…..
Kalau soal asuransi yang berinvestasi katanya, saya cenderung kurang setuju. Lebih baik Ahuang langsung beli asuransi proteksi sendiri (jika belum punya asuransi, tentunya. Karena lebih murah kalau beli asuransi sendiri yang terpisah dari investasi.) Dan sisa uang premi bisa dibelikan reksadana misalkan….tentu hasilnya lebih efektif…
Hai…senang sekali mendapat seorang lagi teman muda yang peduli dengan masa depan keuangannya sendiri.
Mengenai profil resiko ini, nanti menyusul ya artikelnya di blog ini
Soal BIC di Batam…..kalau Ahuang tertarik dan bisa mengumpulkan teman-teman yang cukup banyak untuk ikut kursus bersama, tidak tertutup kemungkinan kita adakan di sana….
See u….and selamat berinvestasi ya…
By ahuang Suriati on Jul 16, 2007 | Reply
iya bud, terima kasih byk atas pemasukannya ya.. :’)
hm.. sy sendiri sich sudah memiliki 1 polis asuransi sebelumnya, cuman pengen beli satu lg..tp sementara itu mo investasi! juga demi masa depan yg lbh nyaman.. karna sy sendiri juga bukan tipe org yg sangat pandei dlm pengaturan uang.. but sy percaya dikit dikit lama lama kan jd bukit juga ya?!! haha.. ^-^
sebenarnya klu ttg reksadana ato hal hal invest lainnya sy msh sangat kurang tau n serta kurang jelas.. setelah baca2 di blognya budi.. i think i need to moves more faster for better future na!! cuman msh blm tau bagaimana cara correctnya memilih yg sesuai n yg bisa dipercaya! hehe , ops! dah pulang kerja .. akan sambung besok2 ya.. thx again .. and laterssssss
Yo!! success always!! ^-^
Budi’s Response:
thanks Huang….ini juga masih belajar kok…
Btw, buat semua teman-teman yang ingin belajar, saya sarankan untuk membaca buku ‘Save or Sorry’ karangan Hendri Hartopo (bukan iklan, tapi this is good for beginner like us)…n sering2lah akses ke http://www.tujuanloapa.com (kita bisa belajar banyak dari financial planner independent ini).
Tentu saja pada akhirnya….praktekkan semuanya ya…BYe
By Budi on Jul 19, 2007 | Reply
Untuk teman-teman yang lain…..sabar yah…artikel mengenai instrumen investasi khususnya rekasadana sedang digarap….sabar yah….
By Wongso on Sep 2, 2007 | Reply
Apapun cerita dan isinya saya sih setuju-setuju aja. tapi akan lebih menarik dan menyenangkan klo Budi juga bisa bikin Blog yang menjelaskan High Risk No Return. keren kali ya. ha ha ha ha ha . coba deh pikirin saya pengen tau apa kira-kira isinya. atau siapa aja deh. Yang isinya bagus nanti saya kasih selamat deh. Selamat Menterjemahkan. Regards, Me
Budi’s Response:
Waduh usulan yang berat yah…..soalnya ga memikirkan yang high risk no return sih…
Sebab segala sesuatu bisa menjadi uang, bahkan orang yang tanpa modal sekalipun bisa berhasil menjadi kaya dan berhasil….
Apa mr wongso ada usulan ‘kira-kira apa yang high risk no return’???
hehehhe
By Tonny on May 5, 2008 | Reply
Koko Budi ini emang paling top deh.
Ko, gue paling demen sama poin no. 5. TAKE ACTION, and Let’s God do the rest.. hehhee..
Banyak bgt orang puinteerr nya 1/2 idup.. Teori ini tau, kalo BI Rate gini, apa efeknya ke investasi, Kalo inflasi, mesti gimana, bla bla bla.. Tapi, ternyata dia ga punya portfolio investasi sama sekali. Kenapa, dia ga pernah take action.
Buat yg terjun ke pasar modal, bottom line-nya cuma 1, do u make money from that? Mau pake teori apapun, kalo bisa make money, go aheaaad… Jangan teori buanyak, tp LOSS.. hahahaa…
Inves apapun dimanapun, itu ga jadi masalah, selama kita take action, it’s the point. Terjun ke kolam, rasain dinginnya, kalo ud pinter, bagi ilmu ke orang laen, ajak orang2 terdekat untuk mulai menata keuangannya secara waras. Niscaya, kondisi ekonomi negara ini bisa berubah.
Support our Local Investor !!!
Budi’s Response:
Sebelum komentar yang lainnya, mau tanya dulu nih…..sejak kapan lo manggil gw Koko…wakakak
Iya Ton, seandainya semua orang mulai berinvestasi akan semakin cepat maju kehidupan negara ini…otomatis ita semua juga jadi lebih berjaya kan……ga babak belur mata uang kita dibanding negara lainnya…
Hm..untuk itulah lo diciptakan Ton, heheheh untuk bisa ubah semua itu…