Konsumen Memecat Pegawai Setiap Hari!!!
Written on June 27, 2007 – 12:03 pm | by sm4rter-guy
Hai para pembaca blogku yang setia (setelah sekian lama gak narsis, akhirnya muncul kembali, ;p), mau sharing sedikit mengenai pengalaman yang sangat kurang meng’enak’an di sebuah restoran chinesse food yang dibangun dengan konsep franschise.
Saya tidak tahu siapa yang pegang franschise di sana, tapi asli…..itu membuat tamu tidak akan kembali lagi ke sana. Hm….sebut gak yah nama n lokasinya? Ah, sebut aja ah, biar pemiliknya menghubungi n syukur2 minta inhouse training ama kita…hahahaha
Jadi saya makan malam di Chopstix restaurant di Plasa Indonesia, bayangkan restoran di temapt itu kan seharusnya semuanya serba excellence, benar gak?
But, apa yang kita dapatkan di sana? Pelayan yang tidak ramah sama sekali, pelayanan setengah hati, kondisi yang tidak kondusif……pokoknya serba tidak menyenangkan. Yang saya herankan adalah, this is not the first time i had dinner there! Mengapa hal yang sama tetap terjadi? Hm……kalau sudah begini, kelemahan dari sistem franschise terliat…yaitu begitu satu restoran mendapat penilaian buruk maka semua Chopstix seakan-akan sama buruknya. Seharusnya manajemen lebih ketat soal memberikan ijin ini.
Mengapa kami marah-marah di sana? Yang pertama, sikap pelayan yang tidak simpati kalau tidak mau dikatakan jutek! Seakan-akan kami makan di sana tidak bayar! Kemudian juga seakan-akan konsep restorannya salah kaprah bukan mengutamakan pelayanan. Wih…pokoknya sebel banget deh….Sudah jelas datang berlima makan di sana, begitu kita pesan Chinesse n Japannese tea, dia hanya memberikan 2 cangkir……..untuk 2 lagi harus minta sendiri. (come on guys, kalian harus punya kepekaan kalau melihat situasi ini).
Bukan cuma itu, saat kami pesan tambahan , minta tambahan piring kosong, minta sambal dan sendok buat sapo tahu……..(do u know what their answers? Memang tidak ada sendoknya dan harus minta kalau mau mendapatkan sendok! Ups!!!! Juga soal sambal, dijawab tidak ada…padahal jelas2 terlihat ada botol2 saos sambal di dapurnya….UPS!!! Saking betenya saat membayar dan minta bill, saya sengaja bertanya, apakah mereka memiliki kotak kritik dan saran?
Langsung pucat pasi n gak bisa berkata apa-apa mereka. Mereka hanya bisa menjawab tidak ada ,tetapi penuh dengan rasa ketakutan!
Jujur saja, satu-satunya yang membuat bisa tersenyum makan di sana hanyalah tulisan di fortune cookiesnya …’all ur hard works will pay off’, jadi sedikit menghibur…sisanya???? ZERO…bahkan MINUS!
Makanan, baik penyajian maupun rasa…..standar habis….
Pelayanan? Ke laut aja dah….
Suasana??? Hm…yang sudah ke Chopstix tahu kan bagaimana di sana?
Yang membuat ramai itu hanya karena saat itu jam makan…..n not so much choices for food there!!!!
Yang terbersit saat itu cuman satu….buat kalian yang bekerja atau berusaha apa pun bidang anda….sadarkah bahwa konsumen memecat pegawai setiap harinya? Jika kita membuat pelanggan kecewa tanpa sadar kita sudah membiarkan mereka memecat kita, sebab uang gaji yang kita dapatkan bukan dari BOS, tapi dari pemasukan perusahaan. Darimana pemasukan perusahaan? jelas jawabannya, dari para pelanggan yang datang…..so…….
Hm….apakah anda ingin dipecat oleh pelanggan anda???
Supaya tidak terjadi…coba deh guys baca buku yang berjudul ‘Strategenius’, karangan Jeffrey J. Fox yang bisa membantu anda merasakan bagaimana seharusnya bermarketing ria……
Remember,……do ur best and let God do the Rest!
Leonardus Budi Suryanto
0818-932638
(Bagi anda yang membutuhkan inhouse training atau outbound training untuk karyawan anda, silakan hubungi saya….thanks)
2 Responses to “Konsumen Memecat Pegawai Setiap Hari!!!”
By aulia on Jun 30, 2007 | Reply
ya3.. memang restoran franchise rentan untuk teledor dalam standar mutu pelayanan disemua cabangnya, apalagi kalau personil2/staff dan pelayannya belum ditraining sama trainer professional seperti pak Budi (^_^),hehehe. saya juga punya pengalaman buruk sama marketingnya CF (celebrity fitness). but well, diantara franchise company yang gak ada 2 nya dalam hal customer excellencies menurut sy a/ Starbucks. senyum dimana2.. ramah dan sopan2, sejauh ini disemua gerai yang pernah saya datangi. Nice writing Bud, pelajaran untuk marketer… =)
Budi’s Response:
Hm….gak beranilah dijadikan pelajaran buat para marketer….cuman asli kalau kita makan di sana, seandainya makanannya tidak seenak yang kta bayangkan……dijamin kita tidak akan pernah kembali ke sana….soalnya tidak ada yang bisa membuat kita kangen ke sana…kan gawat…
Beda kan ama Starbucks…..minimal ada senyuman hangat dari mereka, bisa koneksi internet free (di plangi), n bisa ada stop kontak lagi,……kurang apa buat para netter…heheheh
By Fina on Aug 12, 2007 | Reply
akhirnya…bs kasih comment jg stlh kpn hari terhalang krn rada gaptek, hehehe….
iye nih, fina baru ngalamin attitude karyawan yg g baek kmrn pas makan di resto gaya sunda di sby (lg musim tuh, semua pd buka masakan sunda). pertama datang sih ramah, trus kita dikasih no meja. tentunya kita bebas milih tempat dong, tp….si mbak blg, “sebelah kiri ya bu…” (waduh, kok sdh ibu2, hehehe….)smbl dia dg seenaknya bawa no mejaku n mau ditaruh di meja pojokan, pdhl ortu sdh jalan agak jauhan krn pilih meja yg lebih diatas (ada tangga kecil disitu). kujawab, “duduk yg disebelah atas sj mbak..”, dia tetap keukeuh mo taruh di meja pojokan itu. setelah agak kerasin suara mengulang permintaan baru dia give up n ksh tuh nomer buat gue bw sendiri. =P
trus kita taruh no di meja n ke bagian pilih2 makanan (modelnya seperti prasmanan gitu….tinggal tunjuk, lgs bisa dibawa atau klo perlu digorengin lg ntar dianterin. sepertinya mereka sengaja penuhin meja di bagian bawah, yg plg dekat dg tempat pilih2 makanan, spy mrk g jalan tlalu jauh buat kirim makanan, krn lg banyak org otomatis mrk jd bolak-balik kan….klo jaraknya dekat kan mrk lbh ringan… lha kok ngenakin karyawan, bukannya ngenakin konsumen), meninggalkan meja kosong (tp dah ada nomernya lho…).
eh….pas kita balik ke meja, tuh nomer sdh hilang n meja kita disatukan dg meja lain mau ditempati org yg dtg juml banyak. pas gue tanya sama mas-nya, “oh no.9 di sebelah sana bu…” (ternyata no meja gue dg sukses pindah di meja yg lebih atas lg, di pojokan ruangan, singh….). “lho…kok dipindah kesana?” “Iya, krn ini mejanya disatukan buat 10org” “lho…di meja lain memangnya tdk bs disatukan? tolong dong jangan pindahin no meja org tanpa ijin” “gak apa2, ibu disebelah sana saja” dengan agak jengkel, “tolong ya mas, saya mau duduk disini, sdh sy tempati td dan ada nomernya, tolong jgn pindah2in tanpa ijin” akhirnya br dia mau kembaliin meja gue….
ampun deh….apakah konsumen sdh tdk punya hak lg hanya utk milih dimana dia mau duduk? emang resto-nya rame, tp msh banyak meja kosong kok…
pdhl ya, di resto itu karyawannnya bener2 dihargai lho sm bossnya. bayangin, best crew dipajang fotonya pake banner (ngalah2in McD yg cuma dipigura), trus di tiap sudut ruangan ada foto2 chef, guest relation, waitress,dll, pokoknya semua ada. lha masak karyawan yg sdh begitu dihargai, tidak kah mrk bs menyalurkan penghargaan yg sama kpd konsumen yg datang? pdhl konsumen juga lah yg bayarin gaji mereka (gak sadar kali ya…).
lucunya, tuh resto g punya kotak saran. knp gue gak nemuin guest relationnya aja? sdh males, sdh dicuekin sm mbaknya pas tanya kotak saran (sok sibuk gt di depan komp).
lain kali gak makan disitu deh… sambal tempe penyet di dekat kantor jauh lbh enak, lbh murah, msh dikasih bonus ikan asin n senyum si penjual yg ramah yg bahkan sering ngajakin kita ngobrol n bercanda =)
GBU
Budi’s Response:
Hahaha, pengalamanmu fin menunjukkan bahwa ada teori mengenai HRD yang tidak berlaku lagi.
Menurut teori, karyawan yang dihargai dengan baik akan bisa menunjukkan performance yang bagus kepada konsumen terutama……wuih….ternyata kurang tepat ya.
Mungkin saja, pemberian penghargaannya yang kurang tepat…..’jangan-jangan foto mereka dipasang di mana-mana, tapi mereka harus bayar sendiri biaya cetaknya, wakakakakk!’
Hm…biar kita tunjukkan saja bahwa memang konsumen akan memecat karyawannya setiap hari, tanpa mereka sadari…..banyak banget kok restoran enak dengan pelayanan yang baik dan ramah, tul gak?
Btw, sejak kejadian di atas……kita gak pernah makan lagi di sana loh?
Termasuk kejadian di bengkel dekat rumah…..mereka sudah kehilangan beberapa konsumen terbaik mereka….hanya karena pemilik bengkel yang tidak tahu aturan……
KASIHAN